Puluhan Sumur Warga Desa Ciherang Tercemar Mirip BBM

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Puluhan Sumur Warga Desa Ciherang Tercemar Mirip BBM

REDAKSI
Selasa, 18 Juni 2019



CIANJUR - Cek Update 
Air sumur warga Desa Ciherang Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.Diduga tercemar mirip bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, air tanah itu tak lagi digunakan untuk kebutuhan air minum warga.

Warga menduga tercemarnya sumur warga tersebut,diduga akibat kebocoran dari station pengisian bahan bakar umum (SPBU) Panyawean yang kebetulan lokasi SPBU tersebut.Hanya beberapa puluh meter dari lokasi pemukiman warga.

Ludi Burdah Muslim (35) warga kampung panyawean Rt 01 Rw 01 mengatakan,kondisi ini,dia alami sejak dua bulan yang lalu.

"Baunya sangat menyengat,kalau di pakai buat mandi terasa gatal gatal di badan," tuturnya saat di konfirmasi.Selasa (18/6/2019).

Ludi menjelaskan,saat ini sedikitnya ada lima puluh sumur warga yang sudah tercemar mirip BBM tersebut,dari sebelumnya hanya dua puluh sumur warga yang sudah tercemar.

"Kita sudah data saat ini ada 50 sumur warga yang sudah tercemar,kemungkinan akan terus bertambah," bebernya.

Ludi menambahkan,kondisi ini telah dia laporkan ke Pemerintah Desa (Pemdes) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur,melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).Menurut dia,petugas DLH sudah mengambil sampel air dari beberapa sumur warga.

"DLH sudah ngambil Enam sampel air sudah di ambil dari sumur warga,katanya hasil uji lab 14 hari kerja" ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan Dede (46) warga ke Rt 01 Rw 02, menurutnya sejak sumurnya tercemar bau mirip BBM beberapa bulan lalu.Pihak terpaksa harus beralih menggunakan air kemasan.

"Satu hari satu galon saya beli untuk minum keluarga,sementara untuk mandi cicu kakus terpaksa saya pakai sumur itu walaupun terasa gatal gatal dibadan," paparnya.

Dede berharap pemerintah kabupaten segera menemukan penyebab tercemarnya sumur tersebut.

"Kalau sudah terbukti bagaimana cara jalan keluarnya agar sumur saya bersih lagi seperti dulu," pungkasnya.

Reporter : Dedy