Buntut DLH Cianjur Dituding Tidak Netral,Puluhan Warga Geruduk SPBU Panyawean

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Buntut DLH Cianjur Dituding Tidak Netral,Puluhan Warga Geruduk SPBU Panyawean

REDAKSI
Selasa, 23 Juli 2019



CIANJUR-Cek Update
Puluhan warga kampung panyawean Rt 01 Rw 01 dan Rt 06 Rw 01 Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.Jawa Barat.

Ramai-ramai menggeruduk sebuah Station Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Jalan Raya Ciherang - Panyawean.

Aksi tersebut,buntut dari ketidak percayaannya warga terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur yang dinilai terkesan cuci tangan dalam menyikapi persoalan tersebut.

Bahkan warga menuding,ketidak netralan DLH Cianjur,itu di tunjukannya pada saat peyampaian hasil uji lab beberapa waktu lalu di aula desa ciherang.Warga menilai hasil uji labolatorium yang di sampaikan DLH Cianjur, analisa dan diagnosisnya salah kaprah alias tidak nyambung.

"Karena seharusnya diagnosis/analisa pengujian yang kemarin di paparkan DLH,parameter lab airnya harus singkrong dengan kasus yang sedang di hadapi oleh warga yaitu mengenai dugaan pencemaran limbah BBM.Sementara pihak DLH hanya hanya menguji parameter yang tidak perlu sehingga kesimpulannya pun tidak jelas dan bias," tutur koordinator aksi Ludi Burdah Muslim.Selasa (23/7/2019).

Ludi mengatakan,berdasarkan hasil dari penelitian bahwa kandungan senyawa yang terdapat dalam bahan bakar minyak sangat komplek dan beragam.

Salah satunya lanjut orang orang satu di Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ciherang itu ,yakni sejenis senyawa hidrokarbon aromatik yang mudah menguap,mudah terbakar,mudah berpindah tempat di lingkungan.Tergolong bahan berbahaya beracun (B3) dan bersifat karsinogetik.

"Selain itu senyawa hidrocarbon akan berdampak terhadap kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung," paparnya.

Ludi menambahkan,saat ini pihaknya mendesak kepada pihak terkait baik itu dari unsur pemerintah kabupaten (Pemkab),pemerintah pusat dan aparat kepolisian untuk segera mencari sumber utama penyebab pencemaran dan juga mengecam terhadap pihak pihak untuk tidak melakukan  usaha - usaha menghentikan kasus pencemaran lingkungan.

Karena menurutnya kasus pencemaran sumur warga tersebut,penangannya terkesan dilarut larutkan dan sama sekali tidak ada upaya yang serius dari pihak pemerintah kabupaten.

"Kalau ini sudah terbukti pencemaran ini berasal dari kebocoran tangki SPBU,kami meminta kepada aparat penegak hukum agar menegakan hukum yang seadil adilnya sesuai dengan Undang Undang (UU) No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelaan lingkungan hidup," pungkasnya.

Terpisah,sementara itu kepala bidang (Kabid) pencemaran pengendali kerusakan lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Cianjur Dedi Junaidi,saat di konfirmasi melalui saluran aplikasi whatsapp belum bisa menjawab prihal tudingan dari warga korban pencemaran sumur tersebut.


Reporter : Dedy