Si Melon Meledak Hanguskan Dua Warga Palasari

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Si Melon Meledak Hanguskan Dua Warga Palasari

REDAKSI
Kamis, 25 Juli 2019



CIANJUR - Cek Update
Warga digegerkan dengan suara ledakan yang terjadi di kampung Padarincang Kuda Rt 05 Rw 06 Desa Palasari,Kecamatan Cipanas,Kabupaten Cianjur.Jawa Barat.

Sebelumnya,warga sempat menduga ledakan yang menjebol sebuah atap rumah semi permanen itu.Berasal dari suara bom, namun setelah ditelusuri asal muasal ledakan tersebut.Ternyata berasal dari sebuah gas elpiji berukuran tiga kilogram.

Akibatnya,Ukat (57) dan Supendi (34) pemilik rumah gas meledak dilaporkan harus mengalami luka bakar serius di semua bagian tubuhnya.

Hingga korban harus mendapat perawatan intensif di Instalansi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 05 Rukun Warga (Rw) 06 Yusuf mengatakan, ledakan gas melon terjadi pada Rabu kemarin sekitar pukul 17.00 Wib.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari keluarga korban menjelaskan.

Beberapa menit sebelum terjadi ledakan gas ukat (korban) saat itu,hendak menyalakan kompor untuk memasak air di dapurnya.Namun entah kenapa tiba-tiba kondisi gas yang baru dibelinya mengalami kebocoran.

"Menurutnya saat terjadi kebocoran dia (korban),bergegas langsung membawa tabung itu untuk di masukan ke dalam kolam penampungan air dibelakang rumahnya,"tuturnya saat di konfirmasi CekUpdate.

Tujuannya lanjut Yusuf,katanya untuk meredam dan mengetahui penyebab pasti asal kebocoran tabung gas tersebut.Namun naas lokasi kolam penampungan air tersebut.Berdekatan dengan lokasi sebuah tungku api yang masih keadaan menyala.

"Seketika api tersebut,langsung menyambar kedua korban yang tengah di berada dilokasi," paparnya.

Yusuf menceritakan,saat ditemui di RSUD Cimacan kemarin.Terlihat bagian wajah korban yang sehari-harinya berprofesi sebagai buruh tani itu.

Tampak menghitam hingga bagian kedua tangan dan kaki korban pun melepuh akibat terkena paparan api.

"Kondisi korban,dibalut dengan perban karena mengalami luka terbuka.Rambut depan, alis, dan bulu matanya juga tampak keriting kena paparan api,"bebernya.

Sementara itu,Kepala Desa Palasari Jaya Wijaya BT mengatakan,selama menjalani perawatan di RSUD Cimacan.Diakuinya saat ini pemerintahan desanya tengah melakukan upaya membantu meringankan beban biaya rumah sakit untuk korban.

Yakni melalui pembuatan surat permohonan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur.Untuk segera menerbitkan kartu BPJS buat kedua korban ledakan gas.

Pasalnya,saat ini kedua korban tidak memiliki kartu jaminan kesehatan.Dalam bentuk apapun dari Pemerintah.

"Kita sedang upayakan penerbitan kartu BPJS,karena kasihan juga biaya RS yang harus di tanggung korban selama masa perawatan satu hari satu malam sebesar Rp 1,5 juta. Sementara kondisi korban tergolong keluarga tidak mampu," pungkasnya.



Reporter : Dedy