Tuntut Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu 2019, GMNI Sukabumi Gelar Demo Sampai Bakar Ban Bekas

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Tuntut Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu 2019, GMNI Sukabumi Gelar Demo Sampai Bakar Ban Bekas

REDAKSI
Selasa, 23 Juli 2019



SUKABUMI, Cek Update - Tuntut Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu 2019, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Gelar Demo Sampai Bakar Ban Bekas didepan kantor KPU Kota Sukabumi, Senin (22/07/19).

Aksi GMNI Sukabumi tersebut menuntut KPU Kota Sukabumi melakukan evaluasi atas seluruh penyelenggaraan Pemilu tahun 2019, dari mulai tahapan hingga pelaksanaannya.

Menurut Ketua GMNI Sukabumi, Abdullah Masyhudi atau Abdul yang didampingi koordinator aksi Anggi Fauji mengatakan, pihaknya mempunyai beberapa saksi dan temuan yang menyangkut atau diindikasikan masuk dalam pidana Pemilu namun terkesan tidak ada tindak lanjut dari KPU Kota Sukabumi. 

"Selama proses penyelenggaraan Pemilu tahun 2019, dari mulai tahapan hingga pelaksanaannya ada beberapa pelanggaran administratif dan juga seperti money politics, black campaign," terangnya.

Hasil pantauan dilokasi, para peserta aksi mendapatkan pengawaln dari pihak Kepolisia. Peserta aksi pun membubarkan diri pada pukul 11.45 WIB dikarenakan Ketua KPU Kota Sukabumi tidak menemui peserta aksi.

"Tentunya Ketua KPU bisa memberikan tanggapan namun entah kemana sampai tidak bisa menemui kami, dan kami pun akan datang kembali selama ketua KPU belum bisa memberikan tanggapan, " cetus mereka.

Sementara itu, komisioner KPU Kota Sukabumi, Agung Dugaswara mengatakan, saat ini Ketua KPU Kota Sukabumi sedang berada di Mahkamah Konstitusi (MK) karena sedang dilaksanakan pembacaan putusan dismissal. Agung mengklaim bahwa KPU Kota Sukabumi dalam Pemilu 2019 meraih prestasi. 

"KPU Kota Sukabumi akan sangat siap untuk melakukan evaluasi, hanya saja harus jelas evaluasi apa yang harus dilakukan," tuturnya.

Agung pun menambahkan, ila ada yang bermasalah di KPU Kota Sukabumi kita akan evaluasi secara total hanya saja kita pun harus tahu case per case, evaluasi apa yang harus kita lakukan.

"Padahal KPU Kota Sukabumi memiliki prestasi, terkait situng, kita menjadi parameter di Jawa Barat, dimana menjadi KPU Daerah yang pertama 100 persen serta terkait data pemilih dan logistik juga tidak ada masalah," pungkasnya.

Reporter : M Afnan