Bersih Bersih Desa Dari Narkoba,Jabar Peringkat Paling Tertinggi Penyebaran Bahaya Narkoba

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Bersih Bersih Desa Dari Narkoba,Jabar Peringkat Paling Tertinggi Penyebaran Bahaya Narkoba

REDAKSI
Kamis, 15 Agustus 2019





CIANJUR- Cek Update
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Drs. Heru Winarto mengungkapkan ,berdasarkan hasil dari  penelitian bahwa Provinsi Jawa Barat paling tinggi dalam refalensi narkoba.
Hal tersebut di ungkapkannya saat BNN menggelar deklarasi 360 Desa dan Kelurahan bersih dari narkoba di gedung Assakinah jalan Abdulah Bin Nuh Kabupaten Cianjur.
Menurutnya di tahun 2019 ini ,pihaknya sengaja melaksanakan kegiatan bersih bersih desa dan kelurahan dari barang haram narkoba di fokuskan di provinsi jawa barat. 
Karena menurutnya jawa barat sendiri tercatat penduduk paling terbesar di antara provinsi lainnya yang ada di Indonesia.
"27 Kabupaten dan Kota Jawa barat penduduknya hampir mencapai 50 juta dan peningkatan pengonsumsi narkoba setiap tahunnya hampir lima persen terutama kaum remaja," tuturnya saat di konfirmasi para awak media kemarin Selasa (13/8/2019).
Sementara lanjut Heru,target untuk penurunan baik dalam predaran dan komsuntif narkoba di provinsi jawa barat sendiri.Hanya di bawah dua persen.
"Jadi untuk itu,kami mengajak kepada warga masyarakat jawa barat untuk bersama sama perangi narkoba," ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Daud Achmad mengatakan,dalam menangani masalah narkoba.
Menurutnya perlu ada penanganan khusus yakni melalui keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan di bidang kesehatan.
"Pendekatan hukumnya untuk memutus mata rantai pengedar dan pemasok,sementara pendekatan kesehatannya untuk memutus para pengguna yakni melalui rehabilitas," paparnya
Daud menambahkan,hasil survey di 34 provinsi tahun 2017.Jumlah penyalahgunaan narkoba hampir mencapai 645.482 orang,dengan jumlah kerugian biaya sosial Rp 16 milyar.
"Diantaranya provinsi jabar yang paling tertinggi mengalami kerugian biaya sosialnya akibat penyalahgunaan narkoba," pungkasnya.

Reporter : Dedy