Nagih Hutang,Tiga Warga Desa Sindanglaya Jadi Korban Pembacokan Rekannya

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Nagih Hutang,Tiga Warga Desa Sindanglaya Jadi Korban Pembacokan Rekannya

REDAKSI
Kamis, 22 Agustus 2019



CIANJUR-CekUpdate
Ditagih hutang, pisau daging pun melayang.Dasep warga kampung padajaya Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Saat ini jadi buruan anggota Satreskrim Polsek Pacet.

Setelah diduga kuat membacok temannya sendiri yakni UM (39) beserta istrinya NY (35) dan HE (41),warga kampung "eprah Rt 01 Rw 10 Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur.

Akibatnya ketiga korban pembacokan harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Cimacan, karena ketiga korban mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya.

Kapolsek Pacet Kompol Suhartono mengatakan, berdasarkan informasi yang di himpun anggotanya dari korban.

Sebelumnya korban (UM) sempat menagih hutang yang dijanjikan yakni pembelian sebuah motor sport jenis ninja, kepada Dasep yang sehari-harinya berprofesi sebagai perantara jual beli sepeda motor. 

Berdasarkan kesepakatan pembayaran yang tertulis di kwintansi yakni sebesar Rp 42 juta dengan jaminan sebuah rumah milik terduga pelaku (Dasep) selama enam bulan.

" Kemudian pelaku (Dasep) datang ke rumah korban (UM) sekitar pukul 19:00 Wib malam rabu tadi, bahkan keduanya sempat berbincang bincang dulu," tuturnya saat di konfirmasi cekupdate Kamis (22/8/2019).

Namun entah kenapa lanjut kapolsek, sekitar pukul 21:00 Wib di pembicaraan tersebut sempat terjadi perselisihan antara korban dan pelaku hingga berujung pembacokan.

"Istri korban dan tetangganya pun yang sempat mau melerai menjadi korban pembacokan oleh pelaku,"terangnya.

Kapolsek menambahkan,akibat dari kejadian ini,UM mengalami robek di bagian pipi kanan,pundak serta bagian perutnya.

Sementara NY dan HE mengalami luka di pipi bagian kanan dan tangan kirinya yang nyaris putus.

"Saat ini ada 11 anggota Polisi yang disebar untuk mencari keberadaan pelaku dan saya harap pelaku menyerahkan diri secepatnya, karena dikhawatirkan akan terjadi aksi masa," pungkasnya.


Reporter : Dedy