5 Murid SDN Bojong Mengalami Keracunan Usai Menyantap Umbi Gadung Di Hutan

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

5 Murid SDN Bojong Mengalami Keracunan Usai Menyantap Umbi Gadung Di Hutan

REDAKSI
Jumat, 11 Oktober 2019



CIANJUR - CekUpdate
Sebanyak lima siswa dari Sekolah Dasar (SD) Negeri Bojong Desa Gudang,Kecamatan Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami keracunan usai menyantap buah umbi jenis gading yang mereka kira buah bengkuang. Beruntung kondisi para siswa tersebut segera membaik setelah mendapatkan penanganan medis dari puskesmas setempat.  Kamis (10/10/2019).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, kelima siswa yang mengalami keracunan, berawal ketika para siswa hendak bermain ke hutan tepatnya di belakang halaman sekolah usai melaksanakan kegiatan pelajaran olahraga.

Dilokasi hutan tersebut, salah satu dari lima siswa tidak sengaja menemukan sebuah umbi,kemudian temuannya pun yang mereka kira buah bengkuang langsung dikonsumsinya, namun tidak beberapa lama setelah mengkonsumsi umbi tersebut, mereka pun langsung mengeluhkan pusing yang disertai muntah-muntah. 

Kepala Puskesmas Cikalong Kulon Doktor Budi membenarkan bahwa di lingkungan pelayanan kesehatannya terdapat lima pasien anak sekolah dasar yang diduga mengalami keracunan, umumnya kelima pasien siswa tersebut mengalami pusing di kepala yang di sertai muntah muntah dan pembengkakan di bagian bibir siswa. 

"Alhamdulillah,kondisi kelima siswa sudah membaik setelah empat jam dirawat, mereka pun sudah bisa pulang usai masa observasi selesai," ungkapnya saat di konfimasi.

Budi mengatakan, kelima siswa tersebut diduga mengalami keracunan dari umbi gadung yang mereka kira buah bengkuang, karena umbi gadung sendiri memang memiliki kemiripan dari segi rasa meski dari bentuk umbinya sedikit ada perbedaan. 

"Umbi tersebut memang bisa dikonsumsi namun bukan dikonsumsi secara langsung melainkan harus melalui proses pengolahan terlebih dulu," paparnya.

Budi menambahkan untuk mencegah kejadian serupa,kedepan pihaknya akan berkoordinasi dengan setiap sekolah yang ada di wilayah kecamatan Cikalong Kulon, agar segera melakukan sosialisasi terkait menjelaskan perbedaan buah atau umbi yang bisa dikonsumsi dan yang tidak bisa.

"Mungkin sosialisasinya bisa melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,mana saja buah atau umbi yang bisa dikonsumsi, supaya kedepan tidak ada lagi kasus hal serupa," tukasnya.


Reporter : Dedy