BPBD Cianjur Catat Enam Kejadian Bencana Dalam Satu Hari Melanda Kabupaten Cianjur

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

BPBD Cianjur Catat Enam Kejadian Bencana Dalam Satu Hari Melanda Kabupaten Cianjur

REDAKSI
Senin, 14 Oktober 2019



CIANJUR - CekUpdate
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat ada enam kejadian bencana dalam satu hari melanda Kabupaten Cianjur.

Bencana yang terjadi di hari selasa (8/11/2019 lalu tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada pemukiman namun juga terdapat korban jiwa. 

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur  Sugeng Suproyatno mengatakan, bencana alam yang terjadi selama rentang waktu yang hampir berdekatan tersebut ialah kebakaran hutan dan lahan, banjir, puting beliung, hingga tanah longsor. 

"Enam bencana tersebut terjadi di hari yang sama bahkan ada yang waktunya berbarengan," ungkapnya saat di konfirmasi baru baru ini. Sabtu (12/10/2019).

Sugeng menuturkan, laporan pertama yang diterima dari warga ialah banjir di desa wangunjaya Kecamatan Agrabinta yang disebabkan tertahannya aliran air sungai oleh pasir di pantai. 

Hal tersebut membuat air sungai meluap hingga membanjiri tiga rumah warga sekaligus bahkan menurutnya jika dibiarkan tanpa pengerukan sungai, kemungkinan banjir tersebut akan berdampak kepada 60 rumah di sekitarnya. 

"BPBD yang dibantu oleh kepolisian dan TNI serta warga sekitar sudah melakukan penanganan dengan menjebol pasir yang menumpuk dan sekarang sudah normal lagi,"paparnya.

Sugeng menambahkan, kemudian pada Selasa sorenya terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa lokasi.

Namun laporan resminya yang masuk ke BPBD hanya kejadian kebakaran di wilayah Kecamatan Pacet, dimana hutan dan lahan tepatnya dibelakang komlpek perumahan greenhill  seluas 3 hektar ludes dilalap api.

"Informasinya juga ada di beberapa titik lainnya, seperti di Ciranjang ada kebakaran lahan,tapi kami masih menunggu laporan resminya," terangnya.

Lanjut Sugeng, menjelang malam selasanya telah terjadi bencana angin puting beliung wilayah di Kecamatan Cilaku sebanyak tiga rumah warga dikabarkan rusak berat akibat diterjang puting beliung.

Sementara sebuah tebing ketinggian 30 meter ambruk di kampung Cirawa Desa Kanoman Kecamatan Cibeber mengakibatkan tiga rumah tertimbun dan pasangan suami istri meninggal dunia.

"Begitu kejadian langsung kami lakukan penanganan dan pencarian korban, waktu pencarian cukup lama karena terkendala kondisi cuaca yang masih hujan deras serta lokasi yang gelap gulita karena listrik mati.," Imbuhnya.

Sugeng menambahkan, bencana banjir lainnya terjadi di Kecamatan Cianjur berupa genangan air hingga mencapai puluhan sentimeter dan di Desa Gadog Kecamatan Pacet. 

"Banjir di kampung Pegedongan Desa Gadog menghancurkan satu rumah yang diakibatkan derasnya luapan air sungai," paparnya.

Sugeng menjelaskan meski hujan sudah melanda wilayah Cianjur akhir akhir ini,namun pihaknya belum bisa memastikan jika saat ini sudah mulai masuk peralihan musim., karena status siaga bencana kekeringan masih berlaku hingga akhir Oktober 2019.

"Dari BMKG sendiri belum memberikan keterangan resmi, kapan masuk musim hujan atau rekomendasi status siaga yang baru.Akan tetapi kami akan terus waspada dan mengingatkan warga untuk hati hati ketika terjadi hujan deras, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana," pungkasnya.  


Reporter : Dedy