Ribuan Butir Obat Keras Dan Narkoba Beredar Di Bogor, Berhasil Diungkap Polres Bogor

Header Menu

Cari Berita

Slider

Advertisement

Ribuan Butir Obat Keras Dan Narkoba Beredar Di Bogor, Berhasil Diungkap Polres Bogor

REDAKSI
Jumat, 11 Oktober 2019



BOGOR - Cek Update
Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jabar Sat Narkoba Polres Bogor berhasil mengungkap Kasus Karkotika di Wilayah Kabupaten Bogor selama bulan Oktober 2019.

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni mengungkapkan, Satuan Narkoba Polres Bogor dalam satu periode telah mengungkap sebanyak 25 kasus dan 38 Tersangka.

"Dari kesemua tersangka tersebut berstatus penjual, pengedar dan bandar. Sejumlah 25 Tersangka tersebut merupakan dari lima jaringan berbeda," ungkapnya, Jum'at (11/10/2019).

Dari 25 kasus pada beragam jenis modus kasus, AKBP Muhammad Joni menyebutkan, antara lain Kasus peredaran gelap Narkotika jenis Sabu, Kasus peredaran gelap Narkotika jenis Ganja dan Kasus ketersediaan Farmasi tanpa izin (Obat Keras,red).

"Total berat Barang bukti yang berhasil disita diantaranya Sabu dengan berat 550,36 gram, Ganja seberat 1500,93 gram dan Sediaan farmasi sebanyak 5.080 butir Tramadol, 33 butir Tramadol Polos, 15.080 butir Trihexphenidyl, 42 butir Hexymer," beber AKBP Joni.

Lebih lanjut Kapolres Bogor yang baru dilantik ini mengatakan, adapun identitas dari 25 kasus penyalahgunaan narkotika tersebut antara lain AJ (31), SH (29), DS (54), MN (34), SR (28), MG (25), IN (28), IP (34), NN (37), PR (42), RR (26) AG (31), GS (30), EF (24), EF (33), DD (28), UJ (40), TD (33), YD (23) TA (27), DN (30), NS (26), SN (29), AS (36), RS (34), AR (26), PR (31), MR (23), YS (30), JM(24), AS (31), AG (41), ED (29) AD (32), MN (27) dan FJ (28).

"Terhadap para tersangka dikenakan Pasal pengedar yaitu Pasal 114 (1), 112 (1), 127 (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 8 tahun maksimal 15 tahun atau penjara seumur hidup dan denda minimal Rp. 1.000.000.000,- maksimal Rp. 10.000.000.000,-," tegas AKBP Muhammad Joni.

Terhadap para Tersangka dikenakan Pasal 196 / 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun dan denda minimal Rp. 1.500.000.000,-.

AKBP Muhammad Joni pun menjelaskan agar tak ada penyalahgunaan, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor guna mencari apotek ilegal( yang tidak mempunyai izin resmi).

"Kalau memang ada indikasi obat-obat keras yang dijual bebas tanpa resep dokter, nanti kita bersama-sama dengan Dinkes untuk melakukan pemetaan, apotek mana yang yang tidak mempunyai izin resmi dan lain-lain,"  terang AKBP Joni di Polres Bogor, Jum'at (11/10/2019).

Ia pun menjelaskan penindakan akan dilakukan bila pihaknya menemukan apotek tanpa izin.

"Agar obat-obatan keras ini tidak disalahgunakan juga, seluruh tempat kediaman pelaku akan dipantau," ujar AKBP Joni.

Akan dilakukan penindakan, lanjut AKBP Joni, nanti lihat juga hasil penyelidikan dari apotek abal-abal ini.

"Tempat nongkrong pelaku pun akan kita cek dan pastikan, lalu dikembangkan sampai mengarah ke bandar," tandas AKBP Joni.

Sumber : Humas Polres Bogor
Reporter : Dasep