TSz5TUzpGSYiGfG9TSd5TSC6GA==

Bukittinggi Dan Sumbar Kehilangan Beat Boxer Terbaik


( Selamat Jalan Kujak, Teruslah ke SurgaNya! ) 

Catatan Kenangan : Pinto Janir

Reza Andika Putra. Panggilan akrabnya Kujak. Ia teman anakku, Ivand Azza Bahana. Mereka berkawan sejak Ivand sekolah di MTsN 1 Bukittinggi.

Ivand dan Kujak sama sama berada dalam komunitas Freak Power (komunitas beat pertama di Kota Bukittinggi) .  

Freak Power telah menorehkan prestasi tingkat nasional dan mengharumkan nama Bukittinggi, khususnya dan Sumbar umumnya. 

Hady Aprillio (Neolizer) putra Bukittinggi adalah salah seorang pendiri Freak Power. Bertumpuk gelar juara Hady di tingkat nasional. Para Beat Boxer dari kota Bukittinggi memang disegani di ajang beat box nasional. 

Hady, Kujak dan Ivand Azza adalah deretan nama beat boxer terkemuka di Sumbar. 

Kujak dan Ivand sering merajai gelaran  beatbox tingkat provinsi dan antar provinsi. 

Bahkan Ivand dan Kujak adalah " Tim Beat Box " yang sulit terkalahkan bila mereka manggung berdua.

Mereka sering diundang memeriahkan beberapa event di Sumbar dan kota Bukittinggi. 

Mereka dua sahabat yang sudah seperti beradik kakak. Aku juga sudah menganggap Kujak dan kawan kawan Ivand di komunitas Freak Power sebagai anak. 

Bahkan, aku pernah menemani Ivand dan tim Freak Power mengikuti Java Beatbox Festival--event beat box bergengsi tingkat Nasional--di Yogyakarta beberapa tahun silam.Ketika itu, di Java Beatbox ini,  Hadi (Neolizer) nak Rang Bukittinggi ini meraih Juara II Nasional. 

Sungguh, bikin bangga. Karena ajang ini juga dihadiri Beatboxer dunia, yakni Alem. 

PERGI NAIK MOBIL SAYUR
PULANG BAWA PIALA

Suatu hari bertahun silam. Ivand dan Kujak mengutarakan keinginannya untuk ikut Kejuaraan Beatbox Riau- Sumbar yang berlangsung di Mal SKA Pekanbaru. 

Masa itu mereka sama sama baru kelas dua sekolah menengah pertama. Aku tidak pernah menyangka kalau mereka ke Pekanbaru menumpang dengan mobil sayur. 

Padahal, sebelumnya aku pesankan ke mereka supaya naik mobil travel saja. Nginapnya di rumah kakakku, kawasan Rumbai. 

" Biar hemat biaya", begitu alasan Ivand dan Kujak ketika kutanya, mengapa naik mobil sayur.

Mereka dua bocah yang bertekad meraih prestasi. Yang mereka lawan adalah para Beatboxer yang anak anak kuliahan. 

Kujak dan Ivand berhasil menyisihkan peserta lain. Kujak dan Ivand akhirnya bertemu di final. 

Mereka " battle" berdua. Hasilnya, Ivand Juara I dan Kujak Juara II. Dua gelar juara mereka boyong ke kota Bukittinggi. 

Sepulang dari kejuaraan, mereka dijamu walikota Bukittinggi masa itu. 

Sejak itu, Ivand dan Kujak seperti tak terhambat di berbagai event beat box di Sumbar. 

Tamat dari SMA Negeri 2 Bukittinggi, Ivand melanjutkan kuliah ke LSPR Institute of Communication & Business Jakarta. Insya Allah akhir November ini akan melaksanakan wisuda di The Ritz Carlton   Pacific Place Jakarta. 

Sementara, Kujak nak rang Kapau itu masih kuliah di DKV isi Padangpanjang. 

BERITA DUKA

Kira kira pukul 14.00 Wib, Minggu 19 November, anakku Ivand mendapat kabar di grup WA Freak Power. 

"Kujak telah meninggalkan kita selamanya ".

Berita ini bagaikan petir di siang bolong. Grup WA itu berhujan air mata. Mereka tak akan pernah menyangka, begitu cepatnya Kujak pergi. Padahal, beberapa hari yang lalu mereka masih berkomunikasi.

Ivand dan Kujak dan bersama kawan kawan lain selalu aktif membangun komunikasi dan saling berkabar berita. 

KUJAK YANG BAIK DAN SOPAN

Kujak dikenal sangat sayang kepada  adik-adik  perempuannya. Tak dapat dibayangkan, betapa duka mendalam menikam hati dan jantung orang tua, saudara, sahabat yang sangat sayang pada Kujak. 

Kujak sangat santun kepada kedua orang tua. Sangat sayang pada adik perempuannya dan sangat peduli kepada kawan kawannya. 

Aku juga tak tahan...
Di Jakarta ini anakku Ivand berlinang linang air matanya ketika memutar kembali video beat boxnya bersama Kujak. 

"Ngak tahan Ivand, Pe",  anakku menyeka air matanya. 

"Ingin Ivand ke Bukittinggi hari ini mengantarkan Bang Kujak", isaknya. 

Tapi, karena masih ada persiapan menghadapi wisuda, Ivand mengurungkan niatnya ke Bukittinggi. 

" Biarlah, Ivand berkirim doa saja dan tanda duka yang dalam di seuntai karangan bunga. Selamat jalan Bang Kujak", lirih Ivand yang memang lebih muda setahun dari Kujak. 

KUJAK YANG SENIMAN

Kujak tipikal anak muda mandiri. Ia seniman. Ia kreator. Ia pelukis.Ia beat boxer kebanggan ranah Minang. 

Suatu hari aku dan Kujak bercakap cakap. Kujak memberikan beberapa pandangannya tentang disain interior di kafe kami; Labrazzo. Aku menyetujuinya. 

Bahkan aku dan Kujak berencana bersama sama membuat mural penghias sudut di dinding kafe kami. 

Namun, sebelum rencana kami terwujud, yakni melukis bersama, Kujak sudah pergi selama lamanya.... 

Kujak, selamat jalan Nak... 

Ya Allah, teruskan jalan Kujak ke Surga. 

Jakarta 19 November 2023

Type above and press Enter to search.